Wednesday, August 9, 2017

an OUT OF THE BOX knowledge

Source : www.afromum.com
PENDAHULUAN
Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan berkembang berbanding lurus dengan kemajuan peradaban dari waktu ke waktu. Perkembangan ilmu pengetahuan dapat terlihat, dapat dirasakan dan nyata dampaknya dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti pak Dahlan Iskan dengan mobil listriknya, mahasiswa teknik dengan robot-robot superior yang dapat menggantikan fungsi manusia dalam membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa farmasi dengan racikan ramuannya dapat menghasilkan formulasi tertentu untuk menyembuhkan penyakit langka, mahasiswa kedokteran dengan kecanggihan alat dan ilmunya dalam melayani pasien, mahasiswa pertanian dengan gagasannya untuk memajukan potensi agraris di Indonesia dan banyak lagi kemajuan ilmu pengetahuan dari masing-masing cabang keilmuan lainnya. Lalu bagaimana dengan akuntansi? Akuntansi itu apa? Manfaatnya apa belajar akuntansi? Atau seperti pertanyaan-pertanyaan Kamayanti (2016) Apakah “akuntansi” adalah laporan keuangan? Apakah “akuntansi” adalah perilaku yang ditimbulkan praktik akuntansi? Apakah “akuntansi” adalah pemikiran yang mendasari praktik akuntansi? Pertanyaan yang tidak terjawab akan menyebabkan ketidaktahuan, sedangkan ketidaktahuan akan menyebabkan ketakutan untuk menerima akuntansi “lain” atau fobi(a)kuntansi. Pertanyaan-pertanyaan ini sejatinya adalah pertanyaan mengenai hakikat. Orang Yunani mengistilahkannya dengan pertanyaan ontologis tentang keberadaan atau realitas.


ISI
Perkembangan ilmu pengetahuan mempengaruhi semua aspek percabangan ilmu. Perkembangan ilmu pengetahuan juga terjadi dibidang akuntansi. Beberapa orang dengan academy background akuntansi mengetahui namun tutup telinga dan tutup mulut, beberapa menolak dan beberapa tidak mengetahui. Pernah pada suatu saat ketika sedang melakukan diskusi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dari berbagai academy background, seorang teman bertanya bagaimana dengan akuntansi. Menurut dia, akuntansi sepertinya tidak berkembang seperti cabang ilmu yang lain. Akuntansi hanya seputar bagaimana menyajikan, mengungkap, melaporkan dan mengaudit laporan keuangan. Padahal akuntansi berkembang dengan sangat luas meskipun perkembangannya menjadi pro dan kontra dalam bidang akuntansi bahkan pro kontra dikalangan akademisi dengan academy background akuntansi.
Pro kontra terhadap perkembangan akuntansi dimulai dengan penolakan ide atau menganggap ide tersebut tidak masuk akal. Beberapa tahun yang lalu, saya sempat menjadi panitia seminar mengenai akuntansi Pancasila. Ide untuk mewujudkan seminar ini datang dari salah satu anggota organisasi kami. Saat itu reaksi kami adalah bertanya lebih lanjut mengenai makna dari akuntansi pancasila. Penjelasan singkat dan diskusi mengenai topik yang relatif baru tersebut membuat kami menjadi semangat untuk merealisasi seminar tersebut. Singkat cerita seminar tersebut sukses dilakukan walaupun jangkauan areanya tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun paling tidak ilmu yang didapatkan dari seminar tersebut mampu menambah pengetahuan dengan melihat akuntansi dari sudut pandang yang tidak biasa.
Akuntansi Pancasila merupakan perkembangan akuntansi yang melibatkan nila-nilai pancasila dalam pengaplikasiannya. Menurut Sitorus (2015) definisi akuntansi berdasarkan Pancasila adalah pertanggungjawaban manusia kepada Tuhan melalui pemanusiaan manusia, semangat persaudaraan, pengangkatan derajat rakyat, serta penyeimbangan kebutuhan jasmani dan rohani manusia dalam hal aktivitas keuangan. Sebagai konsekuensi dari definisi akuntansi dalam perpektif Pancasila yang tidak semata- mata menekankan diri pada unsur materi, maka pengembangan akuntansi juga perlu menekankan semangat holistik. Sebagai contoh penerapan akuntansi Pancasila dengan menjunjung sila-sila yang tertuang dalam Pancasila dalam hasil penelitian (Sitorus, 2015) adalah seperti definisi akuntansi berdasarkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah proses pertanggungjawaban manusia kepada Tuhan dalam segi aktivitas keuangan. Definisi akuntansi berdasarkan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah proses memanusiakan manusia dalam segi aktivitas keuangan. Definisi akuntansi berdasarkan sila Persatuan Indonesia adalah proses menciptakan semangat persaudaraan dalam segi aktivitas keuangan. Definisi akuntansi berdasarkan sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan adalah proses mengangkat derajat rakyat dalam segi aktivitas keuangan. Definisi akuntansi berdasarkan sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah proses menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani manusia dalam hal aktivitas keuangan untuk membangun perekonomian berkerakyatan.
Jika didalami lagi, segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan manusia dapat dikolaborasikan dengan akuntansi. Selain akuntansi Pancasila, Prasetyo (2012) mengkolaborasikan akuntansi dengan wayang. Seperti yang kita tahu wayang merupakan salah satu budaya yang berasal dari Jawa Timur. Tapi apa hubungannya wayang dengan akuntansi? Berdasarkan hasil penelitian (Prasetyo, 2012), akuntansi bukan mengenai mencatat, melaporkan dan mempertanggungjawabkan tetapi lebih kepada bagaimana kita memberikan kontribusi kepada lingkungan (perusahaan) dengan memberikan informasi yang benar dan berperilaku seperti tokoh pewayangan Semar yang memberikan nilai religius yang dapat digeneralisasi dalam akuntansi dan pertanggungjawabannya terhadap Tuhan. Yang dimaksudkan nilai religius adalah seperti mengurangi bentuk kecurangan dan kelalaian dari nilai laporan keuangan dengan melibatkan kejujuran, tanggung jawab, disiplin, cepat dan tepat, berprinsip, empati dan rasa syukur. Jadi dasar dari akuntansi berbasis spiritual bukan mengenai kebohongan tetapi lebih kepada kepercayaan.
Penjelasan tersebut mulai memunculkan pemikiran mengenai perkembangan akuntansi yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Beberapa orang mendapatkan ide penelitian untuk mengembangkan penelitian serupa atau dengan memakai objek yang berbeda dan yang lainnya mulai mengernyitkan dahi dan bertanya apa makna dari penelitian tersebut dan hubungannya dengan akuntansi. Jadi perkembangan akuntansi yang tercermin dari penelitian-penelitian yang saya bahas sebelumnya biasa disebut dengan sebutan akuntansi multiparadigma. Akuntansi multiparadigma terkait pada pemikiran atau ide kritis mengembangkan akuntansi dengan mengkolaborasikannya dengan topik menarik (budaya, lingkungan, ideologi dan lainnya).
Seperti bidang ilmu lainnya, akuntansi merupakan ilmu yang ada sumber landasan berpikirnya. Seperti agama Islam ketika ingin mengetahui apa itu Islam, bagaimana berperilaku sebagai seorang muslim, melihat larangan dan himbauan sebagai seorang muslim maka seseorang dengan agama Islam berpedoman pada Al-Quran untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Nah perumpamaan tersebut juga berlaku dalam akuntansi, dimana akuntansi perpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
Akuntansi multiparadigma tidak menghilangkan unsur akuntansi namun mengkolaborasikannya dengan unsur budaya, lingkungan, idiologisme dan lainnya sehingga menjadi rangkaian output yang memiliki nilai tambah lebih. Namun karena hal tersebut merupakan hal yang awam dan merupakan ilmu baru, banyak terjadi pro dan kontra. Sisi pro berpendapat bahwa akuntansi bisa berkolaborasi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan bermasyarat dan sangat menarik untuk diteliti. Sedangkan disisi kontra mereka berpendapat bahwa akuntansi ya akuntansi dan akuntansi bukan ilmu yang bisa dicampur adukkan karena dapat mempengaruhi esensi dari akuntansi itu sendiri atau alasan lainnya.
Perbedaan pendapat sangat wajar terjadi terlebih pada sesuatu hal yang tidak biasa ada dilingkungan sehari-hari. Namun diluar pro dan kontra yang terjadi dampak adanya akuntansi multiparadigma terletak pada pengembangan riset akuntansi yang ada, akuntansi multiparadigma menjadi suatu bahasan yang menarik dalam perkembangan bidang akuntansi terutama dalam risetnya. Saya mengamati bahwa kebanyakan penelitian mengenai akuntansi temanya mengenai topik yang sama dari tahun ke tahun. Melalui akuntansi multiparadigma kita dapat berpikir secara luas, berbeda dan mendalam mengenai sebuah topik yang tidak biasa tanpa lepas dari konteks namun menyenangkan.

KESIMPULAN
Perkembangan ilmu pengetahuan juga berdampak pada cabang ilmu akuntansi. Perkembangan ilmu pengetahuan dalam akuntansi terletak pada kemajuan berpikir dalam melakukan riset penelitian. Kebaharuan pemikiran dalam akuntansi tersebut dikenal dengan sebutan akuntansi multiparadigma. Akuntansi multiparadigma mengkolaborasikan akuntansi dengan lingkungan sekitar, budaya, ideologi dan lainnya tanpa mengurangi makna akuntansi itu sendiri. Namun adanya akuntansi multiparadigma tersebut masih menjadi pro dan kontra dikalangan para akademisi.

DAFTAR PUSTAKA






No comments:

Post a Comment