Saturday, August 1, 2020

Berteman dengan Kegagalan

Jogja, 2019
Jogja, 2019


Aku harus bilang bahwa dua tahun ini merupakan tahun-tahun penuh perjuangan. Tahun lalu tentu perjuangan menyelesaikan kewajiban studi sedangkan tahun ini perjuangan mendapatkan pekerjaan disaat pandemi. Perjuangan yang lebih berat tentunya, dari yang harusnya bersaing dengan fresh graduate dan entry level harus bersaing dengan para senior yang terdampak pandemi. Banyak hal yang aku lakukan selama perjuangan ini, mulai aktif mengikuti review CV, memperluas pertemanan melalui LinkedIn dan twitter, belajar melalui online course, webinar, dan coaching career. Semua hal tersebut aku jalani dengan dengan senang hati dan sungguh-sungguh karena pada dasarnya aku suka mempelajari hal baru. Mempelajari hal baru mampu memberikan energi positif untuk diriku sendiri. Lalu setelah menjalani segala sesuatunya tersebut, sudahkah membuahkan hasil Han?

Jawabannya belum, aku masih berjuang, terus berjuang bersama kalian.

Pernahkah pada satu titik merasa lelah berjuang dan menyerah dengan keadaan?

Tentu aku pernah berada dimasa itu karena aku manusia sama seperti kalian. Kenapa sudah melakukan berbagai hal tapi kok rasanya stuck? Rasanya aku lebih berjuang tapi kenapa dia lebih berhak? Ada banyak sekali pikiran negatif saat itu yang bukannya membuat aku maju tapi diam di tempat. Untuk kamu yang merasakan hal yang sama, setiap apa yang kalian lakukan gapernah ada hal yang sia-sia. Apakah kalau sekarang aku belajar speaking lalu semua sia-sia? Tentu tidak. Belum digunakan sekarang belum tentu tidak berguna dikemudian hari apalagi berhubungan dengan ilmu. Salah satu ungkapan coach career aku saat aku melakukan sesi mengeluarkan pernyataan seperti ini “Bagus dong Han kamu memiliki semangat tinggi untuk bertumbuh alih-alih menyerah”. Rasanya kaya disiram air es pas lagi kepanasan, bisa bayangin kan kamu capek ingin menyerah lalu diapresiasi. Seketika itu aku mengatakan ini pada diriku “Maaf sudah merasa ingin menyerah dan terima kasih sudah berjuang, yuk kita coba lagi”.

Selain dirimu sendiri, apa dan siapa yang membuat kamu bangkit?

Banyak.

Allah

Keluarga

Teman

Pada suatu waktu aku membaca beberapa terjemahan Al-Quran yang relate sama masa perjuangan ini. Pertama kali baca langsung mewek karena banyak hal yang harus aku renungkan kembali. Ayat-ayat tersebut memberikan energi positif untuk aku. Setelah beberapa waktu merasakan kecemasan pada masa depan aku mulai berdamai pada keadaan dan percaya pertolongan-Nya. Beberapa ayat tersebut adalah sebagai berikut:

Hud ayat 6

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)

Aal-i-Imraan 139

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.

Yusuf 87

“Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir”

At-Talaaq 3

“dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”

Al-Kahf 10

“(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa “Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami”

Tiap ayat tersebut aku baca dan aku maknai benar-benar setelah sholat dan ketika beranjak tidur. Sebelum tidur berterima kasih atas segala nikmatnya, minta maaf atas segala kesalahan, dan mengucapkan harapan untuk esok. Seperti kata dr. Jiemi Adrian hiduplah untuk masa kini, bukan kemarin atau besok. Oleh sebab itu aku menutup hari dengan rasa syukur agar besok mulai dari 0 dengan nafas dan energi yang baru.

Menjalani hal ini selama lebih dari tiga minggu sangat membantuku untuk menjalani hidup, menemukan solusi dalam setiap hal, bersahabat dengan kegagalan, memeluk diri sendiri, berdamai dengan diri sendiri, merasa cukup, tenang dan damai.

Tidak mengapa jika sekarang kamu merasa menyerah, berjuang tanpa hasil, direndahkan, diragukan dan gagal. Kamu adalah manusi dengan segala macam emosi dan itu wajar. Tenangkan dirimu dan beri jeda untuk hidupmu. Istirahat sebentar dan evaluasi apa yang harus dievaluasi, tak perlu pedulikan orang lain karena ini tentang kamu, tentang hidupmu. Kamu berhak bahagia, kamu bukan produk gagal, you’re enough and more than enough. Kamu tidak sendirian, kita berjuang bersama. Semangat!

Tuesday, July 14, 2020

Prospek Bisnis Kue Rumahan yang Menjanjikan Saat Pandemi Covid-19



a relationship between donut, book and I

Bisnis kue rumahan termasuk salah satu yang banyak digemari oleh para ibu rumah tangga, karena memang mudah dikerjakan dengan prospeknya yang bagus. Prospek bagus berjualan ini terlebih ketika masuk bulan ramadan sampai lebaran kerap kali akan banjir pesanan. Bukan tanpa alasan, melainkan karena memang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia bahwa di setiap Idul Fitri harus menyediakan suguhan diatas meja ruang tamu guna menyambut tamu yang datang silaturahmi, maka pesanan akan membludak. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini begitu istimewa. Kita merayakan ramadan bahkan lebaran di rumah saja dan hanya saling mngucapkan selamat dan maaf melalui layar ponsel. Situasi yang berbeda ini tidak membuat prospek bisnis kue rumahan menjadi sepi peminat karena tidak adanya kunjungan saudara dan teman yang membuat meja tamu menjadi kosong. Tradisi mengirimi saudara dan teman dekat dengan kue rumahan menjadi tren sendiri di 2020 bahkan sampai lebaran berakhir. Perayaan yang seharusnya dirayakan bersama seperti ulang tahun, wisuda, anniversary menjadi perayaan yang lebih istimewa dengan berbagai bentuk hampers dan gift yang dikemas dengan apik berisi kue rumahan. Sebuah tren baru bahwa sebuah peristiwa akan tetap bermakna  walau raga tak bisa bersama-sama namun hati tetap bertaut dalam kegembiraan yang sama.

Monday, June 22, 2020

Harapan Ketika Pandemi

Banyuwangi, 2018


Bulan ke-empat kita berada dimasa sulit, apa kabar kalian? Aku tahu kita semua tidak sedang baik-baik saja. Empat bulan yang dipenuhi denga ketakutan, kecemasan dan banyak sekali kabar duka. Beberapa kata yang sering kita dengar adalah PHK, unpaid leave, kematian, pengangguran, susah cari uang, sakit dan lainnya. Beberapa bulan awal, masyarakat sangat aware dengan kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain, namun hal itu berubah saat memasuki bulan ketiga dan keempat dimana masyarakat sudah tidak mampu membendung kebutuhan hidupnya. Menurut beberapa financial planner, dana darurat idealnya tiga bulan gaji untuk yang single dan enam bulan untuk yang sudah menikah dengan catatan tidak ada kejadian luar biasa. Namun berbeda dengan keadaan saat ini yang mau tidak mau dana darurat keluar deras karena adanya beberapa profesi yang tidak bisa dilakukan saat adanya pandemi.

Thursday, June 18, 2020

Tetap Waras Ketika Pandemi

Ijen, 2018

Pemerintah telah mengumumkan akan menerapkan konsep new normal untuk segala aktivitas dimasa mendatang. Seperti kita tahu, kurva covid 19 belum melandai dan sudah menyentuh angka 40 ribuan sekarang. Wajar jika sebagian orang masih insecure untuk keluar rumah karena bayang-bayang covid 19 namun di sisi lain Pemerintah tidak memiliki cara lain selain menerapkan new normal karena ekonomi semakin sulit pada bulan keempat penerapan karantina. Saat ini kita tidak perlu membahas bagus atau tidak ketetapan yang dikeluarkan Pemerintah namun kita mencari solusi apa saja hal yang bisa kita lakukan untuk tetap waras dalam kondisi saat ini.

Saturday, June 13, 2020

Jogja dan ceritanya

Halo semuanya! Menyambung liburan virtual ke jogja yang baru sampai hari ketiga (klik untuk cerita sebelumnya) , kali ini aku mau lanjutin liburan virtual ke jogja hari ke empat sampai keenam. Hari ke empat kita cuman keliling kota karena kemarin super duper padat dan capek. Penasaran kita kemana aja? Here we go!

Hari keempat

Mediterranea Restaurant by Kamil



Makanan porsi besar yang terhidang

Sudah tidak asing bukan? Buat yang belom tau Mediterranea adalah salah satu restoran yang ada di Jogja dengan konsep makanan eropa gitu. Supaya bisa bayangin aja vibesnya ini mirip vibes cafe yang banyak bertaburan di Seminyak, Bali. Apalagi pengunjungnya 80% adalah orang asing jadi berasa langi di Bali padahal mah di Jogja hehe.  Rencananya mereka menunggu di parkiran atau yaudah masuk tapi pesennya yang murah aja, maklum ya anak kos. Awalnya yang pengen kesini sebenarnya cuman aku dan satu teman yang berhasil ku hasut. Eh pas sampai tempatnya mereka ikutan masuk juga (yes berhasil!!). Tempatnya homey banget, pelayannya super ramah, toiletnya walaupun digunakan untuk unisex namun cukup luas, sabun tersedia dengan baik tanpa campuran air, tissue juga tersedia. Nah ini nih yang paling bikin vibesnya Bali banget yaitu ruangan yang indoor tapi semua pintu dan jendela dibuka sehingga hawa dingin hanya berasal dari kipas angin. Efeknya yaa panas tapi masih nyaman.

Our Mediterranea bill

Berhubung yang berniat datang kesini hanya dua orang, maka aku dan temanku mulai memilih menu makan dan yang lainnya memilih minuman yang akan diminum. Semua berjalan dengan semestinya sampai pesanan datang dan VOILA porsinya gede banget, bisa buat ramean. Kalau mau compare harga dengan restoran yang ada Surabaya dengan menu sama sih jauh banget. Di Surabaya dengan harga segitu cuman dapat seporsi. Yaudah deh akhirnya kami makan a bowl of salad dan pizza barengan dengan share billing. Apapun bisa terjadi kala traveling kan dan ini bagian asiknya hahahaha

Milk by Artemy
Two scoop of gelato with boba

Usai dari Mediteranea kami melanjutkan perjalanan ke salah satu gerai gelato yang ada di Jogja. Sebelum ke Jogja, aku bikin semacam list tempat yang akan kami kunjungi dengan berbagai sumber referensi. Sekian banyak referensi tersebut membawa kami ke Milk by Artemy Gelato, banyak yang bilang gelato ini lebih enak daripada gelato yang lumayan famous dengan banyak cabang di Jogja. Kedainya luas dengan penataan yang asri dan enak buat ngobrol maupun belajar. Kebetulan saat itu banyak sekali adek-adek yang lagi belajar bareng (sadar diri kalau udah tua kok). Gelatonya enak beneran dan kalau kamu bingung mau yang rasa apa, kamu bisa minta tester dulu. Tempatnya juga mendukung, aduh betah deh yakin!

Jadi mau rasa apa mba?

Oh iya kelupaan nih, turun dari mobil kami disuguhi pemandangan mbah-mbah yang jualan jajanan kue basah cemilan di depan Milk by Artemy. Tubuh yang sudah renta yang harusnya di rumah istirahat menikmati indahnya masa tua tapi beliau masih kuat menggendong satu baki besar berisi jajanan. Aku membeli beberapa jajanan yang dijajakan dengan lirih berdoa "Tuhan lancarkanlah rezekinya, buatlah orang datang membeli dagangannya agar dia cepat pulang dan beristirahat".

Semangat beliau bikin mewek gak sih :(

Oke perut kenyang hati tidak senang karena beberapa dari kami akan kembali ke Surabaya. Jogja kala itu hujan seakan mengerti kalau teman kami akan segera meninggalkan Jogja. Hujan yang mengantar kepergian tiga teman kami hingga stasiun. Sisa kami berempat dan mulai bingung mau kemana ya? Tidak akan kehabisan ide karena list tempat yang akan kami kunjungi masih banyak. Perjalanan selanjutnya ke Uma Yumcha, udah pengen banget kesana lah pokoknya.

Uma Yumcha
Siomay Uma Yumcha

Dimsum Uma Yumcha ini terletak di pasar Condronegaran. Aku kurang tahu bagaimana suasana ketika pagi-siang. Kami disana sekitar sore jam 16.00 atau jam 17.00 mengejar waktu bukanya Uma Yumcha. Sampai sana kami sudah nomor tiga dan tidak lama setelah kedatangan kami, langsung full satu tempat itu. Jadi tempatnya semacam food court tapi bentuknya pendopo. Duduknya lesehan dengan alas tikar dan disekitar Uma Yumcha ada banyak jajanan makanan lainnya tapi pengunjung paling rame ya Uma Yumcha. Harganya hanya 3000 IDR tapi enak banget, seorang pesan enam biji dan rasanya kurang. Ini aku ngetik sambil bayangin enaknya dimsum Uma Yumcha hahaha. Berhubung semua wilayah PSBB, Uma Yumcha melakukan penjualan secara online dengan bantuan ojek online, namun belum melayani pemesanan luar kota.

Masjid Gedhe Kauman
Masjid Gedhe Kauman

Sebuah kebanggan bisa ke Jogja dan mampir ke masjid iconic satu ini. Kami kebetulan mampir ketika waktu sholat maghrib dan full jamaahnya. Langit keunguan dan sayup  adzan maghrib selalu membuat berdecak kagum.

Filosofi Kopi
Our Filosofi Kopi bill

Kami melanjutkan perjalanan menuju filosofi kopi, tempat iconic juga nih. Filosofi kopi akan jadi akhir perjalanan kami karena tempatnya tidak jauh dari rumah dan sudah malam juga. Tempatnya menarik karena berada di desa gitu dengan konsep pedesaan dan jogja. Harganya sendiri pricey terlebih untuk kota pelajar semacam Jogja.

Hari kelima

Kopi Klothok
Kebayang lagi minta makan nenek gak sih :(

Sambalnya yang banyak sampe puas

Sebelum ke filosofi kopi kemarin, kita mampir kopi klothok dulu. Berdasarkan google sih masih buka tapi ternyata kami sampai sana gelap gulita yang mengakibatkan kami putar balik dan ke filosofi kopi. Usai menunggu teman yang lain sholat jum'at, kami pergi ke kopi klothok. Suasananya dipinggir sawah dengan rumah joglo. Pawon atau dapurnya mirip seperti di rumah nenek. Ide dari dibangunnya kopi klothok ini adalah menumbuhkan vibes pulang kampung berkunjung ke rumah nenek. Kami antri mengambil nasi dan lauk pauk, ada beberapa jenis nasi dan lauk pauk. Setelah itu kami memesan pisang goreng dan jeddah atau gemblong goreng.

Daftar Harga Kopi Klothok


Uniknya setelah membawa piring kami, kami langsung makan sambil menunggu minuman dan cemilan datang. Bayarnya belakangan setelah selesai dengan perhitungan per porsi sesuai dengan apa yang sudah kamu ambil di piring tadi. Ide bisnisnya menarik bukan? Tidak lama dari kita duduk dan makan datang banyak orang sampai antri panjang sekali. Beruntungnya kita tidak antri pun mendapatkan tempat duduk. Di kopi klothok ini juga ada banyak spot foto untuk nostalgia kalian ketika di rumah nenek. Makanannya enak dan aku rekomendasiin beli pisang goreng banyak karena enak banget.
Pisangnya bikin nangis saking enaknya

Tahu Susu Bakso dan Bakpiaku


Tahu Susu Bakso Khas Jogja

Setelah kenyang kami mampir tahu susu bakso titipan kakak yang dulu sering beli tahu baksonya semasa di jakarta. Ada beberapa varian yang tersedia seperti ayam, daging dan tuna. Mungkin bisa menjadi ide kalian beli oleh-oleh selain bakpia.

Bakpiaku ini jadi icon bakpia hits kira-kira tiga atau empat tahun kebelakang dengan rasa bervarian dan beneran kerasa rasanya. Nilai tambahnya bakpiaku memiliki bentuk yang unik seperti permen super gemas.

HeHa Sky View
Jogja city view

Untuk memakai fasilitas ini kamu perlu nambah berapa ribu gitu

Perjalanan selanjutnya adalah ke HeHa melihat city view dari atas dan termasuk salah satu tempat baru yang lagi rame di media sosial. Saat itu kami tidak begitu beruntung karena hujan yang membuat wisata kami menjadi sedikit terganggu. Namun walaupun badai menghempas akan selalu ada hikmahnya. Kami disuguhkan pemandangan yang bagus dengan munculnya pelangi yang menghampar sempurna di depan kami. WOOOAAAH teringat masa kecil yang pagi-pagi masih mengenakan baju tidur muterin halaman loncat-loncat sambil nyanyi pelangi. Kemudian pelan-pelan cuaca mulai bersahabat dan terlihat matahari mulai meredup dengan pemandangan senja yang bagus disusul kelap kelip city view jogja. Aduh syahdu sekali malam itu


Senja kala itu

Hari keenam

Mie Ayam Bu Tumini


Mie Ayam Kuah Kari

Setelah berpikir ratusan purnama akhirnya kami memutuskan mau makan mie ayam Bu Tumini. Katanya sih enak jadi kita nyoba deh kesana. Saat itu gerimis tapi kedai mie ayamnya full orang tapi untungnya masih ada space untuk kami. Seporsi mie ayam pun disediakan dan aku baru tahu belakangan kalau bumbu ayamnya adalah kuah kari. Berhubung aku adalah lidah jawa timur, aku kurang begitu suka karena kuah karinya cenderung manis. Entah mie ayam jogja memang dasarnya manis atau gimana aku juga kurang paham. Berdasarkan analisa ramenya pengunjung sih sepertinya mie ayam memang enak namun memang cocoknya dilidah orang jawa tengah.

Bakpia Kukus

Kami hari ini hanya mampir ke bakpia kukus untuk membeli oleh-oleh karena kemarin kami kemalaman dan tidak sempat mampir karena sudah tutup. Sayangnya varian coklat dan keju saat itu tidak tersedia, padahal menurutku rasa paling enaknya bakpia kukus ya rasa brownies coklat dan kejunya. Oke bakpia kukus ini adalah tempat pemberhentian kami terakhir kali di Jogja. Selanjutnya kami akan kembali ke Surabaya dengan segala rutinitas para pencari kerja yang penuh perjuangan.

Sebagai penutup aku pengen membagikan foto ini. Dalam perjalanan dan pemberhentian di lampu merah aku tidak sengaja melihat ibu-ibu jaga stand buku bekasnya sembari membaca surat pendek. Sebuah pengingat bahwa dunia ini pemberhentian sementara untuk perjalanan yang lebih panjang atau lebih jauh nantinya. Sebentar pun itu beri jeda untuk akhiratmu, untuk Tuhanmu.

Pengingat perjalanan

Terima kasih atas sepenggal kisah perjalanan ini. Jika waktunya sudah mereda nanti, mari kita susun penggalan kisah perjalanan selanjutnya yang lebih asik dan menarik. Semoga disaat itu kita sedang berada pada kisah yang lebih baik dari hari ini. Aku yakin kita pasti bisa merakit mimpi-mimpi itu, bersama.


Sampai bertemu di liburan virtual lainnya!

Thursday, June 4, 2020

Jogja, Kota Penuh Kenangan


Full Team

Halo semuanya! Hari kesekian sudah di rumah aja, bosen? Pengen liburan? Yuk liburan virtual ke Jogja! Kebetulan graduation tripku kemarin ke jogja, udah semacam graduation tripnya anak sekolah gak sih? Banyak destinasi sebenarnya, tapi karena beberapa pertimbangan kami menjatuhkan pilihan ke Jogja, selama kurang lebih seminggu, jauh dekat bukan masalah bukan?

Monday, June 1, 2020

Micro Teaching dan Interview Online Ketika Pandemi Covid-19

Source: ruangguru.co.id

Halo semuanya! Sebelumnya, aku share SKD dan SKB calon dosen kan? Nah sekarang mumpung lagi produktif sekali nih aku mau sharing pengalaman micro teaching dan interview SDM dan manajemen. Oh iya FYI tes SKD dan SKB berbeda dengan tes kali ini karena bukan merupakan satu rangkaian tes (beda lembaga). Buat yang lagi jobseeker nih, musim pandemi gini bagaimana proses rekrutmen yang kalian lakukan? Aku sendiri pada musim pandemi seperti ini masih terlibat dalam beberapa tahap rekrutmen. Sebenarnya awal rekrutmen ini sendiri pada bulan Januari dan proses kelanjutannya terhenti karena pandemi. Pengumuman lolos sendiri sekitar awal Maret dan sampai awal Mei pun masih belum ada kabar baik. Saat itu aku tidak berharap banyak sih karena yaa menyadari dengan penuh bahwa keadaan saat ini tidak memungkinkan untuk diadakan rekrutmen. Bahkan bisa saja rekrutmen tersebut dibatalkan jika memang keadaan memaksa begitu. Tapi ternyata jalan beberapa hari di bulan Mei ada kabar baik bahwa proses selanjutnya yaitu micro teaching, interview SDM dan manajemen dilakukan secara online dan akan dilaksanakan satu minggu lagi. Kaget banget dong saat itu, kaget senang akhirnya ada kabar baik dan beneran kaget karena materi belum matang. Setelah persiapan seminggu yang matang, Alhamdulillah proses rekrutmen berjalan lancar dan aku mau share tips yang dapat kalian lakukan ketika akan menjalani tes dosen bagian ini karena jujur aku tidak mendapatkan informasi cukup ketika browsing tentang tes yang akan aku jalani. Check it out!