Saturday, October 29, 2016

Rangkaian Proses Seleksi PCPM 32 Bank Indonesia

pic taken from Google

Lebih dari sebulan ini saya mengikuti rekrutmen Bank Indonesia lewat PCPM BI 32. Dalam kurun waktu tersebut, terpaksa saya harus bolak-balik malang-surabaya pada setiap tahapannya. Sebagai freshgraduate dan baru sekali ini mengikuti rekrutmen Bank Indonesia, saya mau menceritakan perjalananku dalam melaksanakan tahap demi tahap rekrutmen.

Tahapan Seleksi PCPM 32 Bank Indonesia

0. Seleksi Administrasi
    Tahap administrasi dalam rekrutmen PCPM BI dikenal dengan tahap 0. Dalam tahap ini sebelumnya kita mengisi data diri dimulai dengan biodata, pendidikan, dll serta mengunggah dokumen yang diharuskan. Saat itu dokumen yang diunggah adalah ijazah dan KTP. Setelah apply pada tanggal yang telah ditetapkan, maka saatnya menunggu pengumuman administrasi. Pada tes ini peserta yang berhasil lolos sekitar 33.000 dari total 87.000 pendaftar.

1. Seleksi Potensi Dasar
    Setelah pengumuman hasil seleksi administrasi dikeluarkan, tahap pertama adalah seleksi potensi dasar. Pada seleksi ini sebanyak 33.000 peserta yang lolos seleksi administrasi berhak mengikuti seleksi potensi dasar. Seleksi ini biasa disebut tes intelegensia. Pada saat seleksi ini, terdapat delapan pos test dengan mengisi data diri di LJK. Setiap tes hanya diberikan beberapa menit saja. Tes tersebut meliputi deret hitung, menarik kesimpulan, soal cerita hitung, dll. Tes tersebut memacu kecepatan dan ketepatan. Setelah tes seleksi potensi dasar, tes selanjutnya adalah tes yang paling menarik....

2. Tes Kebanksentralan, Tes Pengetahuan Sektoral/Ekonomi Terkini, dan Tes Bahasa Inggris
    Melihat judul tes ini saja sudah membuat pusing atau bahkan mengkerutkan dahi tanda tak mengerti. Oh iya peserta yang berhasil melewati seleksi potensi dasar dan berhak mengikuti tahap kedua adalah sebanyak 13.000. Untuk mengikuti tahap ketiga ini peserta harus memperbanyak pengetahuan mengenai kebanksentralan dan pengetahuan sektoral serta ekonomi terkini. Peserta dapat belajar dari web Bank Indonesia, media cetak, TV, maupun media online. Peserta dituntut untuk mengupdate pengetahuannya dalam waktu yang sangat singkat sekitar beberapa hari sebelum tes ini dilaksanakan yang jelas kurang dari seminggu. Sedangkan untuk tes bahasa inggris, peserta cukup memperdalam grammar dan structure dan memperbanyak membaca bacaan dalam bahasa inggris. Tes pada tahap ini merupakan tes paling susah untuk anak ekonomi terlebih non ekonomi. Sama seperti tes sebelumnya, pada tahap ini kecepatan dan ketepatan juga diperlukan mengingat waktu yang diberikan terbatas terlebih untuk bahasa inggris.

3. Tes Psikologi Tertulis, Wawancara Psikologi, dan LGD
    Pada tahap ini jumlah peserta yang tersisa adalah 3.000 kurang lebih. Tahap ini merupakan tahap yang lebih ringan dari tahap sebelumnya karena tidak ada ketentuan untuk mempelajari materi tertentu tapi tahap ini cukup membuat gugup. Berbeda dengan tahap sebelumnya yang ramai penuh sesak, pada tahap ini, suasana sudah sepi sampai saya berpikir ini beneran ada tes atau gak. Tahap ini berlangsung selama dua hari dengan tes psikologi tertulis pada hari pertama yang berkaitan dengan EPPS, DAM, DAT, dll. Sedangkan pada hari kedua adalah LGD dan wawancara psikologi. LGD terdiri dari enam orang dengan job family yang sama. Setelah LGD dilanjutkan dengan wawancara psikologi. Tiap peserta membutuhkan wawancara sekitar 30-50 menit.

4. Seleksi Kesehatan dan Psikiatri
    Pada tahap ini jumlah peserta yang tersisa adalah 1.700 kurang lebih. Kebetulan tepat saat ini seleksi ini dilakukan. Saya merupakan salah satu peserta yang gugur sehingga tidak mengikuti seleksi ini. Tes ini meliputi tes fisik, darah, urine, psikiatri berupa MMPI, dll.

5. Wawancara Akhir
    Wawancara akhir dilakukan dengan pegawai Bank Indonesia dengan jabatan tertentu. Kemungkinan jumlah pendaftar yang mengikuti tahap ini sekitar 600 orang nanti akan saya update lagi informasinya.

Diatas merupakan pengalaman saya dalam mengikuti seleksi PCPM BI angkatan 32. Good luck untuk kalian yang berhasil melewati rangkaian tes ini hingga dinyatakan menjadi bagian dari Bank Indonesia.

Monday, October 10, 2016

Review Masker Kefir

Halo! Saya pengen bagi-bagi beberapa tips nih untuk orang-orang yang memiliki pori-pori besar seperti saya. Itu bukan masalah besar bagi saya sih, karena saya bukan orang yang peduli tentang masalah kulit sampai pori besar saya menjadi musuh besar bagi saya. Saya menyebut "mereka" musuh besar sejak hari menstruasi saya datang dan pori besar saya malah berubah menjadi kerutan. OH NOO!!!!

Ya kemudian itu menjadi masalah besar bagi saya, menyebabkan zona T saya penuh kerut. Jadi apa yang harus daku lakukan?

I'm kind of stalker heheh. Jadi saya mencari cara untuk menghilangkan dan  mengucapkan selamat tinggal kepada kerut dan pori besar. Ketika saya merasa putus asa, tidak sengaja saya melihat instagram Poppy Bunga dan saya menemukan produk nya "Kalia Kefir". Kok jadi penasaran, maka saya menekan tombol follow dan saya ikuti produk updatenya. Kerut diwajah membuat saya cranky dari hari ke hari hingga saya memutuskan untuk membeli black kefir hitam. Bahan Black kefir mengandung Pure Kalia Kefir, Food Grade Activated Bamboo Charcoal and Kunyit organik. Kita bisa membaca manfaatnya dari label yang tertulis.


Beberapa hari kemudian setelah saya memesan si kefir, penjaga rumah mengatakan bahwa ada beberapa paket untuk saya. Wohooooo black kefir saya tiba dengan selamat hehe come to mamaa dear!!! Segera saya mencoba kefir ini dan sekitar dua atau tiga hari kemudian kerut saya menghilang perlahan-lahan dan pori besar di wajah saya menjadi mengecil. YEAAAAAYYY!!! Teman saya yang memiliki masalah besar kerut dari faktor genetik mencoba kefir hijau dan kalian dapat membaca fungsi kefir hijau di bawah ini. Dia memberitahu saya bahwa produk tersebut sangat cocok dengan kulitnya.

                                                                                         
Banyak pengusaha yang memproduksi kefir ajaib ini, tetapi kalian mungkin memiliki pertanyaan besar mengapa saya memilih Kalia Kefir.

Jadi saya jenis orang yang tidak begitu peduli dengan kulit kecuali jika kulit coklat saya mulai belang-belang karena saya seorang biker yang sering malas memakai sarung tangan atau masker. Tapi saya orang yang selektif dalam perawatan kulit karena saya tidak ingin kulit saya yang sehat menjadi rusak hanya karena perawatan dari produk abal-abal. Untuk informasi terkait Kalia Kefir yang terdaftar di BPOM, hanya dua dari Produk Kefir yang terdaftar di BPOM dan memiliki sertifikat halal. Salah satunya milik Kalia Kefir ini.

Apakah kamu pernah mencoba produk ini? atau kamu punya pengalaman pemakaian produk lain?
Boleh lho kalau mau sharing.

Sunday, October 9, 2016

October momens to remember


temen SMP, emang masih inget?
emang masih bisa ngumpulin?

Bisa. Kenyataannya kami selalu kumpul-kumpul dalam saat-saat penting maupun gak penting. Nah foto paling atas itu temen SMP ku Arin yang baru saja bertunangan menuju nikah. Foto kedua wisuda Mala, foto kumpul-kumpul, kemudian wisudah Avin. Ya kami masih menyempatkan waktu menghadiri momen penting masing-masing. Walau kadang gak bisa juga sih karena ada urusan penting yang lebih mendesak.


Thursday, October 6, 2016

Update!


Kembali ke blog ini setelah bertahun-tahun berlalu.
Terakhir kemari, aku masih lulusan SMA yang bingung dengan tempat kuliah dan masa depan.
Sekarang? Sama sih haha.
Aku masih tidak tahu apa yang menantiku di depan. Yang beda adalah statusku, bukan lagi anak SMA tapi sarjana. Nggak terasa aku mengabaikan blog ini selama bertahun-tahun.

Terlalu banyak peristiwa yang belum kuceritakan disini, terlalu banyak hingga butuh waktu lama untuk mengingat-ingat. Sebenarnya selama ini aku lebih sering menulis di www.pandoraboks.com ketimbang di blog pribadi ini karena alasan yang belum bisa kujelaskan.

Dear blog,
Aku masuk jurusan akuntasi, fakultas ekonomi di sebuah universitas di Malang. Aku sudah lulus, alhamdulillah dengan predikat yang bagus dan saat ini memasuki dunia pencarian kerja.

Sudah sekian bulan aku memasuki dunia baru sebagai pencari kerja dan selama itu pula lebih banyak pahitnya ketimbang senangnya hahaha. Ya namanya juga masih berusaha. Wish me luck ya!

Dengan alamat baru blog ini, semoga saja aku bisa lebih sering banyak cerita disini sebagai dokumentasi pribadi.


with love,
Hanidha

Thursday, September 29, 2016

Liburan murah?


Kuliah yang padat menjadi salah satu alasan mengapa liburan itu perlu seringkali disebut "piknik". Banyak yang berpikiran "boros banget sih liburan mulu" atau "aku pengen liburan juga". Nah buat para mahasiswa dengan kantong yang masih minim kamu bisa liburan tanpa menguras kantong kok. Simak tipsnya yaaaa

1. Nabung
Ini hal paling utama kalau kita merencanakan waktu buat liburan seperti jalan menuju liburan gitu hehe. Semakin banyak besaran tabungan semakin bagus.

2.Rencana
Seperti yang biasa aku lakukan kalau liburan tersebut merupakan liburan yang terencana misal liburan semester atau libur panjang lain yang kamu sudah rencanakan kapan berangkat atau baliknya sedini mungkin booking tiket tujuan. Biasanya dari jauh-jauh hari udah booking tiket dengan uang tabungan yang sudah kita kumpulkan. Tiket PP sudah ditangan terus apa yang dibutuhkan? Tempat tinggal harus jelas yaa kita mau sewa kos harian, motel, hotel, villa, atau bahkan ada teman yang bisa kita minta bantuan hehe
 Setelah urusan tiket dan tempat tinggal kita harus menentukan transportasi saat disana. Berdasarkan pengalamanku kalau berada disuatu tempat yang asing browsing transportasi umumnya dulu, sewa motor, sewa mobil atau menggunakan aplikasi transportasi. Pilihan itu tergantung masing-masing individu tapi kalau berbanyak orang sebaiknya sewa motor (pernah ngehitung perbandingan perkiraan pengeluaran). 

3. Jangan kalap
Tiket sudah ditangan, tempat tinggal sudah, transportasi oke yang terakhir adalah "jangan kalap". Dua kata tersebut dapat mewakili kegiatan kita selama di tempat liburan. Liburan biasanya membuat kita terlena tidak sadar eh uang di atm sudah tipis aja karena hal yang tidak terlalu penting, misalnya beli oleh-oleh terlalu banyak atau memilih wahana wisata yang terlalu mahal tetapi tidak bisa menikmati. PLEASE know your limit hehe yang penting selama liburan bisa makan makanan halal aja aman deh

Nah itu tips liburan yang selama ini aku lakukan terlebih untuk liburan yang sudah diketahui kapan berangkatnya. Liburan yang dadakan? Stay tune yaaa...


with love,
Hanidha

Thursday, March 8, 2012

Untuk Bunda, Untuk Indonesia

Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan tubuh. Asupannya haruslah tercukupi dengan baik terutama untuk ibu hamil, menyusui serta masa-masa balita anak untuk mendapatkan fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan serta pemeliharaan kesehatan. Nutrisi biasa didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh. Oleh sebab itu, kurang atau cukupnya nutrisi pada ibu sebelum dan ketika masa kehamilan sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak.
Pelajaran Dari Ibuku
Saya mengetahui betapa pentingnya asupan nutrisi terutama bagi ibu hamil melalui pengalaman yang almarhumah ibu saya dahulu sempat alami, beliau pernah dua kali mengalami kegagalan dalam kehamilan, awalnya saya sempat heran ketika mendengar cerita tersebut dari tante-tante saya. Karena selama ini setahu saya almarhumah ibu saya adalah orang yang super-perfect dalam segala aspek mulai dari makanan sampai dalam urusan rumah tangga, bagaimana hal tersebut bisa sampai terjadi?

Cerita itu lantas memunculkan banyak pertanyaan yang berkelebat dalam benak saya, bagaimana jika hal itu menimpa saya yang suatu hari nanti tentunya juga akan tiba masanya menjadi seorang ibu? Bagaimana pula jika itu terjadi pada banyak calon-calon ibu lainnya?

Saya bertanya-tanya apakah jika saya mengalami hal yang serupa maka saya akan sekuat dan setegar almarhumah Ibu saya dulunya? Almarhumah ibu saya yang menjalani penantian selama sepuluh tahun untuk menjadi seorang ibu dengan dua kali kegagalan kehamilan tentunya mengalami trauma dan ketakutan secara mental. Kegagalan kehamilan itu kemudian membuat beliau sangat menjaga asupan makanan dan nutrisinya sebelum dan ketika beliau hamil. Beliau jadi menghindari makanan berlemak, pedas dan makanan yang terlalu manis. Bisa dikatakan pola hidup ibu saya jadi sangat berhati-hati sekali dan menjaga kondisi sesuai yang disarankan dokter. Usaha almarhumah ibu saya pun akhirnya tidak sia-sia, pada tahun ke-10 dalam usahanya untuk menjaga asupan nutrisi tubuhnya, almarhumah ibu saya yang begitu merindukan kesempatan untuk menjadi seorang ibu akhirnya berhasil mengandung dan melahirkan dengan selamat anak pertamanya, yaitu kakak saya dan selisih empat tahun kemudian saya lahir dengan selamat dan sehat.

Sungguh sebuah pengorbanan besar yang dilakukan oleh almarhumah ibu saya untuk menjaga kesehatannya sedemikian rupa demi kesehatan calon bayinya. Dari pengalaman ibu saya, terlihat betapa penting dan besar pengaruhnya menjaga nutrisi dan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Bukan hanya itu mempengaruhi kesehatan diri sendiri, bagi ibu hamil hal ini juga mempengaruhi kehamilan serta kesehatan calon bayinya sebelum atau setelah dilahirkan dimasa mendatang ketika bayinya lahir. Cerita dari almarhumah ibu saya tersebut menjadi catatan tersendiri bagi diri saya untuk melakukan banyak perombakan terhadap pola hidup saya mulai dari sekarang karena dewasa ini ada banyak penyakit yang akarnya dari pola makan yang tidak sehat.

Menatap Ke Depan
Jika menilik Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1464/Menkes/Per/X/2010, tentang Izin dan Penyelenggaran Praktik Bidan, bahwa, bidan memiliki kewenangan normal (kewenangan yang dimiliki oleh seluruh bidan) meliputi: pelayanan kesehatan ibu, tentang pelayanan konseling pada masa pra hamil, pelayanan antenatal pada kehamilan normal, pelayanan persalinan normal, pelayanan ibu nifas normal, pelayanan ibu menyusui, serta, pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan dan pelayanan kesehatan anak tentang pelayanan bayi baru lahir, pelayanan bayi, pelayanan anak balita dan pelayanan anak pra sekolah. Untuk itu, kesehatan ibu, calon ibu, serta anak-anaknya ke depan, harus diperhatikan dan dipersiapkan dengan kesadaran positif.

Bidan di Indonesia, pada setiap desa terdapat sekurang-kurangnya seorang bidan. Namun, rasio antara bidan desa dengan jumlah Ibu dan calon ibu masih amat belum ideal. Sehingga, diperlukan perhatian bagi calon-calon ibu, untuk memperhatikan sisi penting kesehatan, yang bakal mengantarkannya menjadi ibu sehat, melahirkan tak bermasalah, merawat anak sehat, dan fungsi kesehatan lainnya yang berkesesuaian dengan peran dan fungsi kesehatan yang melekat pada tugas bidan desa.

Kondisi perihal kesehatan Ibu, terlihat dari data Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yang termasuk tinggi dibandingkan negara-negara lain di Asia. Data tahun 2007 mencatat AKI di Indonesia mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Walau, angka ini dipandang mengalami perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, target Millennium Development Goal (MDG) 5, yaitu, menurunkan AKI menjadi 102/100.000 pada tahun 2015, kiranya memerlukan perhatian khusus, disamping kerja keras.

Berbagai upaya telah dilakukan Depkes di tahun 2012 untuk menurunkan AKI, salah satunya dengan pelaksanaan paket pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar dan Komprehensif (PONED-PONEK). Untuk mengatasi masalah tersebut, Direktorat Bina Kesehatan Ibu akan melakukan assessment kualitas pelayanan kesehatan ibu di 20 Kabupaten/Kota di Indonesia. Total keseluruhan tim yang akan diturunkan berjumlah 110 orang, terdiri dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG), dokter umum, dan bidan, HOGSI, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Pengambilan data, dilakukan pada tanggal 19 Februari hingga 3 Maret 2012. Pada tanggal 26 Januari 2012 Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Ratna Rosita, MPHM telah meluncurkan program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS). Program EMAS merupakan program hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan lembaga donor USAID, bertujuan, untuk menurunkan AKI dan AKN di Indonesia sebesar 25%. Untuk mencapai target, program EMAS akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten dengan jumlah kematian yang besar, yaitu, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, di mana pada tahun pertama akan dilaksanakan pada 10 kabupaten.

Pada tanggal 27 Desember 2011, telah tertandatangani Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2562/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan. Diharapkan, makin mengurangi hambatan finansial (financial barrier) yang dihadapi masyarakat yang selama ini tidak memiliki jaminan pembiayaan persalinan, agar, mereka dapat mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu di Indonesia.

Pada tanggal yang bersamaan, ditandatangani pula Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2556/Menkes/Per/XII/2011, tentang, Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan. Maka, secara resmi Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan (Juknis BOK) Tahun 2012 telah diterbitkan dan kegiatan BOK telah siap dilaksanakan di tahun 2012. Permasalahan kesehatan, termasuk kematian ibu, merupakan tanggung jawab bersama dan tidak akan dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan sendiri. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan terus menggalang kerja sama lintas sektor, baik dengan Kementerian/Lembaga lain, Pemerintah Daerah, sektor swasta, kalangan akademisi, organisasi profesi, serta masyarakat.
Dengan membaca tulisan saya ini, saya harap banyak calon ibu yang akan terinspirasi dengan kisah perjuangan almarhumah ibu saya untuk melakukan sebuah tindakan konkrit demi diri sendiri beserta calon buah hati mereka.

Saya persembahkan coretan saya ini untuk almarhumah ibu saya tercinta yang kasih sayangnya terus hidup dalam kenangan saya.

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog NuB.

Thursday, January 26, 2012

Allah Tahu Apa Yang Aku Mau...

seperti hari-hari sebelumnya aku mengahabiskan hariku dengan soal-soal dan angka-angka yang seakan berusaha menikam aku dengan geramnya[imajinasiku]. Di tingkat terakhir belajarku dalam tingkatan SMA ini aku semakin bingung menentukan tujuan kedepan.Antara ingin dan takut mengecewakan semua hal itu berkecamuk menjadi satu seperti gunung berapi yang siap meletus kapan saja.

Dari www.snmptn.ac.id aku ketahui bahwa kuota sekolah yang terakreditasi A adalah 50% siswa berprestasi dengan nilai konstan. Walaupun agak sedikit ‘dongkol’ karena simbol ‘kelas RSBI+’ku tidak berpengaruh.Jadi ‘ngiri’ sama anak kelas regular yang notabene nilai mereka lebih unggul karena gurunya pun murah nilai. Tapi Alhamdulillah aku masih bisa bernafas lega karena aku berada diperingkat 74 tapi karena kabar kemarin malam ini kelas aksel yang semula 100% jadi gabung satu angkatan. Firasat jelek mundurnya peringkatku pun menjadi nightmare sepanjang malamku[lebai].

Harus yakin kalau Allah pasti punya jalan yang terbaik untukku kalaupun bukan dengan jalan ini pasti ada jalan lain. Bismillah…

tes ngeblog dari akun kakak. Biar dijagain, jadi sewaktu-waktu aku lupa password kayak blogku yang sebelumnya tetep ada dokumentasi.