Tuesday, November 12, 2019

Female Daily goes to Surabaya!!!!!

hasil buruan Female Daily X Beauty Surabaya 2019



Wah siapa sih yang tidak tahu female daily? Nah ini ngadain event Female Daily X Beauty 2019 di Surabaya dengan segudang diskon make up dan skincare dan tidak lupa influencer atau beauty vlogger yang pakar tentang dunia make up dan per-skincare-an. Aku merupakan salah satu dari sekian ribu manusia di Surabaya yang antusias sama acara ini. Udah sempet mau beli tiketnya diawal tapi mundur karena temanku sibuk ngerjain tesis jadinya gaada yang bisa aku ajakin. Oh iya sebelumnya acara ini diselenggarakan di Tunjungan Plaza tanggal 8-10 November. H-1 sebelum acara, pas lagi chat sama salah satu teman random ngomongin event ini dan langsung arrange jadwal buat datang kesana. Modal PD ntar bakalan beli tiket disana aja karena takut kitanya tiba-tiba ada acara dan batal (lumayan 30k buat beli penyetan buat mahasiswa tingkat akhir macam kita). Random juga kita announce ke teman sekitar melalui ig story kalau kita bakalan datang di event tersebut. Siapapun bisa nitip barang yang dipengen.
Hari H pun datang dengan mengantongi beberapa list make up dan skincare yang mau dibeli, kita melenggang kangkung ke Tunjungan Plaza. Dijalan, aku buka webnya dengan tujuan mau beli tiket tapi ternyata udah close dan penjualannya on the spot. Masuk convention hallnya dan antri tiket on the spot kemudian VOILA penuh sama makhluk bernama wanita dengan puppy eyes dan semangat membara berburu make up dan skincare. Bahkan ada yang sampai bawa koper buat naruh barang. Menjadi jastip untuk kali pertama lumayan bikin pusing, capek dan drain energy banget. Sebagai jastip amateur ada kejadian lucu kemarin. Here it is!

“Kumpulin semua list barang baru transaksi”

Jadi setiap masuk ke booth kita dikasih secarik kertas isinya list produk dan mereka akan memberikan checklist produk yang akan kita beli kemudian kita melakukan transaksi. Pemikiran kita sederhana, berhubung lagi rame yaudah kita muter kumpulin dulu baru transaksi. Setelah berputar dan akhirnya kita memutuskan membayar satu per satu produk. Begitu kita balik ke beberapa booth ternyata kondisi booth berbeda 180 derajat dimana tidak ada antrian sama sekali. Aduh girang banget lah kami. Kami melakukan transaksi dan yaudah pindah ke booth yang lain sampai kemudian menyadari “kok diskonnya tidak sebanyak yang diomongin mbaknya diawal tadi ya?”. Usut punya usut ternyata diskonnya ada waktunya, pas awal kami datang antrian panjang itu karena sedang ada jam diskon. Mengetahui hal itu kami Cuma saling tatap dan menertawakan kebodohan yang haqiqi. Setelah menyelesaikan sejumlah transaksi, kita turun menikmati udon kemudian balik pulang. Dijalan kepala pusing banget karena capek jalan, nenteng barang dan berada dikeramaian selama beberapa jam bikin drain energy (untung gaada drama kesasar). Pengalaman yang tidak akan kulupakan selama menunggu detik-detik wisuda bulan depan. Bukan tentang berapa uang yang aku dapatkan karena kalau diitung-itung sih gak cuan tapi proses bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada calon konsumen hingga akhirnya kita mendapatkan kepercayaan dan proses mendapatkan uang yang tidak segampang membalikkan kedua tangan, pricelessSee you!

Friday, November 1, 2019

Pertimbangan Sebelum Mengajukan Pinjaman Kredit


Source: cekaja.com

Benda yang paling dibutuhkan saat mengerjakan tesis adalah laptop. Komponen paling penting yang bisa dibahasakan nyawa kita saat mengerjakan tugas akhir. Sedikit bercerita pengalaman teman yang mengajukan KTA. Saat dalam proses mengerjakan tugas akhir tepatnya ketika sidang proposal teman menggeletakkan saja tasnya diserambi kampus karena hectic mengurus berbagai hal terkait sidang proposalnya. Celakanya walaupun rame tapi tidak ada yang perhatian pada tasnya. Tiba waktu sidang proposal akan dilakukan VOILA laptopnya tiba-tiba tidak ada. Seketika panik tapi sidang proposal harus tetap dilakukan. Namanya aja orang jawa ya, selalu ada untung disetiap musibah. Untungnya semua data sudah di-backup dalam flashdisk sehingga sidang proposal dapat dilakukan dengan lancar.

Sidang proposal tetap dapat dilakukan tapi mengerjakan tugas akhir tanpa laptop? Tidak akan bisa. Akhirnya teman mengajukan KTA untuk selanjutnya melakukan transaksi pembelian laptop. Sebelumnya saya ingin menjelaskan secara singkat bahwa KTA merupakan permohonan peminjaman kredit dapat dilakukan secara online namun tanpa mnggunakan jaminan aset atas peminjaman. Menarik bukan? Seorang teman pernah menjelaskan sebuah survei yang mengatakan kaum milenial memiliki kecenderungan untuk berinvestasi pada pengalaman daripada aset. Pengalaman yang dimaksudkan adalah pengalaman traveling, pengalaman nonton konser, pengalaman untuk penambahan skill dengan mengikuti workshop, seminar atau sertifikasi. Pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan kredit tersebut sangat pas untuk kaum milenial yang tidak memiliki aset. Walaupun tidak perlu memiliki aset untuk pengajuan kredit, biasanya ada persyaratan tambahan seperti pemohon merupakan pengguna kartu kredit. Tentu persyaratan tersebut dapat dibilang mudah daripada harus melakukan permohonan peminjaman dengan menggunakan aset bukan?

Oh iya sebelum melakukan permohonan, pemohon harus survei berbagai hal dulu agar tak salah dalam mengambil keputusan. Pemohon dapat melakukan survei terkait tingkat bunga, besaran angsuran dan lama angsuran. Pemohon harus benar-benar melakukan pengecekan secara mendalam supaya keputusan dalam melakukan peminjaman tidak terjadi hal diluar rencana. Cara untuk melihat kemampuan kita dalam melakukan peminjaman dengan waktu jatuh tempo dan besaran cicilan yang kita keluarkan juga mudah sekali. Dalam melakukan simulasi kita dapat mengisi form secara online dan mengisi sejumlah data seperti besaran dana yang kita ajukan, jangka waktu cicilan, status kita (karyawan, wiraswasta atau profesional), jangka waktu bekerja, posisi jabatan, penghasilan bersih per bulan, lokasi tempat tinggal (dijelaskan secara lengkap mulai dari propinsi, kota atau kabupaten, kecamatan hingga kelurahan), status pernikahan, jumlah tanggungan, pendidikan terakhir, status kediaman atau rumah tinggal, kepemilikan kartu kredit dan jumlah kartu kredit, terakhir mengisi tanggal lahir. Setelah mengisi form online tersebut, hasilnya adalah beberapa perusahaan yang melayani pengajuan kredit sesuai dengan kapasitas peminjam atau pemohon. Daftar perusahaan tersebut menjelaskan dengan detail perhitungan perbulan yang harus dibayarkan, tingkat bunga, proses pengajuan, perbandingan jumlah pengajuan dengan jumlah yang dibayarkan sampai jatuh tempo, persyaratan minimun dan biaya-biaya yang melekat.

Saat membaca daftar perusahaan tersebut, pemohon dapat menghitung mana perusahaan yang lebih sesuai dengan kapasitas pemohon agar nantinya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kredit macet dan lainnya. Pemohon harus memastikan bahwa jumlah yang tertera dapat disanggupi dengan membuat kerangka laporan keuangan bulanan sebelum dan sesudah peminjaman. Membuat kerangkat keuangan tersebut dapat mendeteksi tingkat kemampuan kita dalam membayar, memastikan keuangan bulanan tidak defisit dan membandingkan perusahaan mana yang paling banyak mendatangkan keuntungan untuk keuangan bulanan pribadi. Bagaimanapun keputusan ini merupakan keputusan yang berakibat jangka panjang sehingga memerlukan banyak pertimbangan. Oleh sebab itu mau mengajukan kredit? Ingat https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan/